fbpx

New (Ab)Normal , New Mindset?

Apakah new normal? Suatu keadaan yang ‘benar benar’ baru, bukan keadaan yang diperbarui. Suatu keadaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, sesuatu yang benar benar baru.

Pandemik ini sungguh luar biasa, diluar berasumsi Teori Konspirasi benar atau salah, propaganda atau bukan. Fakta yang terjadi adalah dunia terjadi ‘Penutupan Sementara’ besar besaran, hampir seluruh dunia melakukan Lockdown, baik Total maupun Semi.

Suatu keadaan yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Jika bicara 100 tahun kebelakang, situasi ini belum pernah terjadi. Dimana jika kita hanya ambil data 100 tahun kebelakang saja, keadaan diluar kebiasaan seperti perang saja tidak membatasi pergerakan manusia lintas negara, kecuali ke negara yang sedang dan tersangkut perang. Maksudnya adalah perbedaan situasi yang disebabkan oleh kepentingan manusia (perang) dan pandemik yang disebabkan oleh bukan manusia.

Sebelum virus corona (covid-19) ada beberapa wabah virus yang membuat heboh juga berikut nama dan tahun pertama kali terdeteksi diantaranya; Cacar Monyet (1958), Flu Burung (1996), Ebola (1976), SARS (2003), MERS (2012), Cacar, Rabies, dll. Referensi detail lainnya mengenai virus, wabah, pandemik, endemik bisa kita dapatkan di google.

Kembali ke ‘New Normal’ yang salah satu SOP (Standard Operating Procedure) nya adalah ‘Social Distancing’ atau Jaga Jarak. Sesuatu yang tidak mudah dimana manusia sebagai makhluk sosial, berinteraksi menjadi kebutuhan tetapi dengan cara yang baru (new). Lupakan cipika cipiki (cium pipi kanan, cium pipi kiri), jabat tangan, dan berkerumun di keramaian (massive gathering) sampai vaksin covid-19 ditemukan dan dipasarkan bebas.

Jadi New Normal itu sifatnya sementara hingga vaksin dipasarkan bebas? Menurut saya Ya untuk beberapa SOP, tetapi tetap Pola Pikir kita berubah (‘New Mindset’)

Di masa puncak Lockdown pada kisaran bulan Maret-April memaksa mayoritas manusia masuk kedalam situasi ‘Pause’ stop sementara dari aktifitas normal; #workfromhome #studyfromhome #businessfromhome dll. Keadaan ekonomi dunia memburuk mendekati masa ‘Great Depression 1929’, bahkan beberapa analis ekonomi mempunyai sudut pandang lebih parah.

Pola pikir baru tercipta (New Mindset) karena perubahan luar biasa disemua segmen kehidupan akibat dari pandemik virus corona ini. Ekonomi dunia mengalami ‘Great Reset’ semua diatur ulang; ‘Creating New Mindset’. Jargon ‘globalisasi’ tertunda sementara, dan beberapa negara mulai fokus pada program deglobalisasi.

Tetapi beryukurlah ini hanya ‘Reset’, hanya Lockdown sementara bukan Shutdown dan tidak bisa dihidupkan kembali. ‘..This too shall pass..’ ini semua akan berlalu, ini semua akan kita lewati, hanya saja dengan Pola Pikir yang baru (‘New Mindset’)

‘..Berubahlah atau terdisrupsi..’, bukankah ini istilah lama? Hanya bedanya disaat pandemik, perenungan kita untuk menemukan pola pikir baru (new mindset) diberikan ‘waktu khusus’ dan ‘massive’ kompak beramai ramai dengan hampir seluruh mayoritas penduduk di seluruh dunia pada masa ‘lockdown’

‘Masa depan sungguh ada’ kita hanya harus menyesuaikan dengan perubahan jaman (new normal) dan menyusun ulang pola pikir baru (new mindset).

Ray Dalio seorang Hedge Fund Manager ternama dan seorang philanthropist berkata: “Be Radically Open Minded” . Buka mata, telinga, buka hati dan pikiran terhadap masa lalu dan masa depan (‘New Normal’) maka akan tercipta suatu ‘New Mindset’ yang lebih baik.

Leave a Reply

© 2020: Indonesia Laundry and Household Chemicals Manufacture | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress
× Ada yang bisa kami bantu?
%d bloggers like this: